Pura Gunung Kawi Di Pulau Dewata

Kata Gunung Kawi berarti pahatan-pahatan yang terdapat di pegunungan atau padas pahatan, di mana memang Anda akan melihat banyak ukiran di dinding pura dan suasana tenang dan sunyi yang akan menenangkan.
Mendengar kata “Gunung Kawi” mungkin ingatan Anda melayang pada sebuah gunung yang terkenal di Jawa Timur sebagai tempat pesugihan untuk mencari kekayaan. Namun, tempat ini bukanlah Gunung Kawi yang dimaksud, melainkan Pura Gunung Kawi yang terletak di Tampaksiring, Bali. Tak hanya keindahan alamnya yang menawan dan asri, tetapi juga peninggalan sejarah yang juga kental. Pura tersebut tidaklah terlalu besar, tapi merupakan pura yang tenang yang dikelilingi hutan dan ada air mancur yang jernih disebut “Air Mancur Suci” di pura tersebut.

Peninggalan Raja Udayana Di Bali

Pura Gunung Kawi dulunya merupakan tempat pemakaman keluarga raja, permaisuri dan keturunannya yang pernah memerintah di wilayah Bali. Abu jenazah Raja Udayana dan keluarganya, termasuk anaknya yaitu Raja Anak Wungsu disimpan di sekitar kompleks pura tersebut. Jadi, tidak heran pura ini sangat dijaga kelestariannya karena menyimpan nilai sejarah dan seni yang berharga. Selain itu, terdapat juga wihara sebagai tempat tinggal pendeta Budha atau Bhiku. Peninggalan tersebut ditafsirkan sebagai penghargaan atas keragaman agama dan budaya yang ada di Bali sejak dahulu, sehingga wisatawan dapat belajar mengenai sejarah kebudayaan dan seni di tempat ini.

Lokasi

Kompleks pura ini sangat strategis lokasinya karena tidak jauh dari Denpasar, sekitar 1,5 jam dari bandara menggunakan mobil. Dari Kota Denpasar, Anda bisa berkendaraan sekitar 40 kilometer menuju Tampaksiring yang terletak di Kabupaten Gianyar, Bali. Kompleks pura sendiri sudah bisa dilihat dan dinikmati setelah melewati gapura dan 315 anak tangga di pinggir Sungai Pakerisan yang terletak di pura tersebut.
Previous
Next Post »
Thanks for your comment