Resep Sala Lauak Khas Ranah Minang

Resep Sala lauak Khas Ranah Minang



Resep Sala Lauak, Cemilan Khas Ranah Minang
Resep Sala Lauak Khas Ranah Minang kita kembali membahas resep sala lauak, panganan/ cemilan khas Sumatera Barat. Bagi yang sering bepergian dengan bus antar kota di Sumbar, pasti pernah melihat penjual Sala. Hari ini kami akan bagikan resep sala lauak.

Ya, Sala lauak adalah jajanan renyah, enak, gurih ketika dimakan, dan membuat air liur menetes ketika ia ada di depan kita. Sala berbentuk bulan dan berwarna kuning agak keoranye-oranyean. Di ranah minang sendiri, biasanya orang menyebutnya dengan nama Sala Lauak. Lauak berarti ikan. Resep Sala Lauak memang memiliki campuran ikan di dalam adonannya. Campuran adonan Sala bisa disesuaikan dengan selera pembuat.

Sala biasanya dijajakan oleh pedagang dari satu mobil ke mobil angkutan lain, di terminal-terminal, di pom bensin, di pasar-pasar tradisional, atau biasanya ditempat-tempat keramaian.

Oke langsung saja, kami akan membagikan resep membuat Sala Lauak bagi Anda dan keluarga. Silahkan disajikan cemilan ini sebagai teman bersantai bersama sanak famili di sore hari.




Resep Sala Lauak

Bahan Utama:
125 gram tepung beras

15 gram rebon, direndam air panas, tiriskan
1 lembar daun kunyit, diiris halus
1/2 sendok teh garam
180 ml air mendidih
2 siung bawang putih
2 buah cabai merah
1 cm kunyit
1 cm lengkuas

Cara Membuat:

– Campurkan tepung beras dan bumbu halus. Sangrai 15 menit hingga kekuningan, kemudian angkat;
– Tambahkan rebon, daun kunyit, garam, dan air mendidih. Aduk rata sampai dapat dibentuk;
– Ambil sedikit adonan. Bentuk bulat. Goreng hingga kuning kecokelatan dan matang, kemudian tiriskan minyak sisa penggorengan;
– Sajikan.

Nah sekarang sobat tidak perlu lagi ‘ngidam’ sala lauak, karena kami sudah memberitahukan resep sala lauak untuk sobat sekalian. Kesibukan di perantauan jangan sampai menghalangi kita untuk menikmati makanan dan jajanan khas kampung halaman. Sejauh apapun kita pergi merantau, kita pasti kangen kampung, kangen ranah minang, kangen makannya, musik daerahnya, dan yang terpenting kangen bentang alamnya yang sangat mengagumkan.


Previous
Next Post »
Thanks for your comment