Indahnya Hidup dalam Kebersamaan di Kota Banda Aceh..

Haloo semuanya.. Pernah jalan-jalan ke Kota Banda Aceh ngak? apa, hari gini belum pernah ke Kota Banda Aceh? apa kata dunia.. hehehe (lebaynya). Kalau kalian dengar kata "Banda Aceh" pasti kalian berpikir "Banda Aceh itu sangat kental dengan budaya, adat, dan yang pastinya mayoritasnya beragama Islam". Iyaa kan? Kalian tahu ngak? Di Kota Banda Aceh bukan masjid saja yang ada disana, tapi gereja dan vihara pun ada. Tentu, kalau ada itu semuanya, yang pastinya juga ada orang-rang yang beragama non muslim di Kota Banda Aceh seperti Agama Kristen, Katolik, Budha, dan lain-lain sebagainya. Percaya ngak? Biar kalian percaya, saya akan membahas mengenai beberapa tempat wisata religi yang ada di Kota Banda Aceh. 

1. Masjid Jamik Kopelma Darussalam

(Sumber: Dok. Pribadi)
(Sumber: Dok. Pribadi)
"Masjid Jamik Kopelma Darussalam Kota Banda Aceh"
(Sumber: Dok. Pribadi)

Masjid Jamik Kopelma Darussalam terletak di komplek kampus Universitas Syiah Kuala Banda Aceh, tepatnya dekat gedung pusat bahasa dan perpustakaan Unsyiah. Masjid ini merupakan salah satu masjid terbesar yang terletak di tengah-tengah kampus Unsyiah, maka tak heran masjid ini dipenuhi oleh mahasiswa-mahasiswi yang sedang menuntut ilmu di kampus tersebut. Desain masjidnya juga bisa menarik perhatian orang-orang yang jalan-jalan ke Kota Banda Aceh, bagaimana tidak masjid ini memiliki arsitekstur yang bagus dan menarik.

Masjid Jamik Kopelma Darussalam memiliki dua lantai. Lantai pertama digunakan untuk kegiatan keagamaan mahasiswa seperti UP3AI, musyawarah, dan lain-lain sebagainya. Di lantai dua, digunakan untuk melaksanakan ibadah shalat bagi orang-orang yang beragama Muslim. Masjid ini juga melaksanakan Shalat Jum'at dan pada hari tersebut masjid ini di penuhi oleh jamaah laki-laki yang akan melaksanakan Shalat Jum'at. Pada hari biasa masjid ini juga di penuhi oleh orang-orang yang berwisata ke Kota Banda Aceh.


2. Masjid Al-Hasyimah Yayasan Pendidikan Islam Teuku Nyak Arief (Masjid Putih).


(Sumber: Dok. Pribadi)
"Masjid Putih Darussalam Kota Banda Aceh"
(Sumber: Dok. Pribadi)

Masjid Al-Hasyimah Yayasan Pendidikan Islam Teuku Nyak Arief atau lebih di kenal dengan sebutan Masjid Putih terletak di Darussalam Kota Banda Aceh yang tak jauh dari Kopelma Darussalam. Masjid ini bersebelahan dengan sekolah bertaraf internasional yaitu Sekolah Al-Fatih Bilinggual School Putri dan juga dekat dengan jalan utama menuju kampus Unsyiah. Masjid ini tergolong menarik, karena semua dinding beserta kubahnya bercat berwarna putih. Maka tak heran banyak orang menyebutnya dengan sebutan Masjid Putih.

Masjid ini memiliki satu kubah utama dan dua kubah berukuran kecil, selain itu, disamping kiri masjid ini dibangun sebuah menara sederhana. Di depan mesjid ini terdapat warung Zakir Warkop, Fantasi Darussalam, Pante Pirak Darussalam, Indomaret Darussalam, Fotocopy dan distributor parfum. Sehingga  yang sedang refresing di warung kopi bersama kawan-kawan ketika mendengar suara azan dapat langsung menuju ke Masjid Putih. 

Sejauh ini gimana, seru ngak di Kota Banda Aceh? itu baru beberapa loh,, mau tahu lagi? Okey, saya akan melanjutkan menjelaskan beberapa tempat wisata religi lain yang tak kalah menarik untuk di kunjungi.

3. Masjid Agung Al-Makmur Lampriet 


(Sumber: Dok. Pribadi)
(Sumber: Dok. Pribadi)
"Masjid Agung Al-Makmur Lampriet Kota Banda Aceh"
(Sumber: Dok. Pribadi)

Masjid Agung Al-Makmur Lampriet Kota Banda Aceh merupakan salah satu dari sekian banyak masjid agung yang ada di Kota Banda Aceh. Masjid itu sudah didirikan pada tahun 1979 oleh masyarakat setempat. Masjid ini terletak di Jl. Tgk Daud Beureueh Lampriet Kota Banda Aceh. Masjid ini dekat dengan persimpangan empat (lampu merah) jalan utama menuju pusat Kota Banda Aceh. Desain masjid ini yang bagus membuat orang-orang pengen singgah di masjid tersebut untuk beristirahat atau melaksanakan ibadah shalat. 

Masjid Agung Al-Makmur Lampriet merupakan masjid bantuan Kesultanan Oman yang diresmikan pada tanggal 19 Mei 2009 oleh walikota Banda Aceh Alm. Mawardi Nurdin. Masjid ini dibangun dengan dana hibah dari Kesultanan Oman itu sekitar Rp 17 miliar. Karena saat gempa tsunami 2004, masjid Al-Makmur ini runtuh sehingga rusak total. Sejumlah orang berpendapat masjid ini pada saat itu tidak layak digunakan. Ketika itulah, pemerintah Oman datang ke Banda Aceh untuk membangun masjid ini.

4. Masjid Raya Baiturrahman Kota Banda Aceh


(Sumber: Dok. Pribadi)
(Sumber: Dok. Pribadi)
"Masjid Raya Baiturrahman Kota Banda Aceh"
(Sumber: Dok. Pribadi)

Masjid Raya Baiturrahman merupakan masjid Kesultanan Aceh yang dibangun pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda pada tahun 1022 H atau bertepatan pada tahun 1612 M. Riwayat lain menyebutkan bahwa yang mendirikan Masjid Raya Baiturrahman adalah Sultan Alaidin Muhmudsyah pada tahun 1292 M. Pada masa perang Aceh, masjid ini berfungsi sebagai benteng pertahanan umat Islam. Pada saat gempa tsunami terjadi, masjid ini termasuk salah satu dari sekian banyak masjid yang tidak runtuh ketika gempa dan tsunami melanda Aceh tahun 2004 lalu.

Masjid Raya Baiturrahman yaitu sebuah masjid yang terletak di pusat Kota Banda Aceh. Masjid ini merupakan masjid yang terbesar di Kota Banda Aceh. Semua orang yang ke Kota Banda Aceh sangat antusias melihat masjid ini secara langsung. Masjid ini memiliki 7 kubah utama setelah dilakukan beberapa kali renovasi. Selain itu, masjid ini juga terdapat sebuah menara. Masjid ini merupakan masjid kebanggaan masyarakat Aceh, karena masjid ini merupakan salah satu masjid yang terindah di Indonesia yang memiliki bentuk yang manis, ukiran yang menarik, halaman yang luas dan terasa sangat sejuk apabila kita berada di dalam ruangan masjid tersebut.

Jika kalian ke Kota Banda Aceh, jangan lupa singgah di Masjid Raya Baiturrahman ya, sempatkan diri untuk melakukan ibadah kepada Allah Swt, jangan hanya berfoto-foto saja. hehehe 

5. Masjid Baiturrahim Ulee Lheue


(Sumber: Dok. Klik disini)
"Sumber: Dok. Klik disini)
"Masjid Baiturrahim Uleu Lheue Kota Banda Aceh"
(Sumber: Dok. Pribadi)

Masjid Baiturrahim adalah salah satu masjid bersejarah di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, Indonesia. Masjid yang berlokasi di Ulee Lheue, kecamatan Meuraksa, Kota Banda Aceh ini merupakan peninggalan Sultan Aceh pada abad ke -17. Pada masa itu, masjid tersebut bernama Masjid Jami' Ulee Lheue. Pada tahun 1873 ketika Masjid Raya Baiturrahim dibakar oleh Belanda semua jamaah masjid terpaksa melakukan Shalat Jum'at di Ulee Lheue. Dan sejak itulah namanya menjadi Masjid Baiturrahim Ulee Lheue.

Masjid Baiturrahim terletak di persimpangan tiga menuju pantai Uleu Lheue (Pelabuhan Uleu Lheue Banda Aceh) dan pantai Lhok nga Aceh Besar. Jika mau jalan-jalan ke pantai Uleu Lheu atau menuju ke Pelabuhan Uleu Lheue sempatkan diri sejenak untuk singgah di masjid yang bersejarah ini.

6. Masjid Baitul Musyahadah (Masjid Teuku Umar)


"Masjid Baitul Musyahadah (Masjid Teuku Umar) 
Seutui Kota Banda Aceh"
(Sumber: Dok. Klik disini)

Mesjid Baitul Musyahadah atau yang lebih di kenal dengan Masjid Teuku Umar merupakan salah satu masjid yang terletak di Seutui Kota Banda Aceh. Masjid ini lebih dikenal dengan sebutan Masjid Teuku Umar, ini mungkin karena bentuk kubah yang unik dan arsitekstur masjid yang berbeda dengan masjid pada umumnya di Kota Banda Aceh.

Kubah masjid ini berbentuk Kupiah Meuketob. Kupiah tersebut sering digunakan oleh salah satu pahlawan Nasional dari Aceh yaitu Teuku Umar. Masjid ini salah satu masjid yang unik yang ada di Kota Banda Aceh. Jadi, tak heran ada banyak orang-orang dari luar Kota Banda Aceh banyak berkunjung ke masjid tersebut untuk melaksanakan ibadah atau hanya sekedar melihat-lihat.


7. Gereja Katolik Paroki Hati Kudus


(Sumber: Dok. Pribadi)
"Gereja Katolik Paroki Hati Kudus Kota Banda Aceh"
(Sumber: Dok. Pribadi)

Gereja Katolik Paroki Hati Kudus ini terletak dekat dengan simpang lima Kota Banda Aceh, tepatnya di Jl. Jenderal Ahmad Yani No 2 Kota Banda Aceh. Gereja ini juga dekat dengan jembatan Pante Pirak. Jika sobat semua mau melihat gereja ini, kalian setelah melewati simpang lima (Jika dari Jl. Tgk Daud Beureueh) lurus terus dan langsung nampak gereja tersebut, atau dengan kata lain jalan menuju Masjid Raya Baiturrahman Kota Banda Aceh. Gereja ini merupakan tempat ibadah orang-orang yang beragama Katolik. Selain itu gereja ini juga dipenuhi jemaah yang melaksanakan misa pada saat hari raya natal atau hari-hari besar keagamaan lain.

8. Gereja Protestan di Indonesia Bagian Barat (GPIB)


"Gereja Protestan di Indonesia Bagian Barat (GPIB)
Kota Banda Aceh"
(Sumber: Dok. Pribadi)

Gereja ini terletak di Jl. Pocut Baren samping Gereja Methodist Indonesia (GMI) Kota Banda Aceh atau dekat dengan persimpangan lampu merah daerah Peunayong. Gereja ini merupakan tempat ibadah bagi orang-orang yang yang tinggal di Kota Banda Aceh yang beragama Kristen Protestan. Gereja ini selain untuk ibadah juga digunakan untuk berolahraga, tepatnya di depan gereja tersebut. Gereja ini juga digunakan pada saat beribadah kepada Tuhan mereka atau pada hari-hari besar lain.

9. Gereja Methodist Indonesia (GMI)


(Sumber: Dok. Klik disini)
"Gereja Methodist Indonesia (GMI) Kota Banda Aceh"
(Sumber: Dok. Pribadi)

Gereja Methodist Indonesia (GMI) ini terletak di Jl. Pocut Baren No 3 Kel. Mulia atau bersebelahan dengan Gereja Protestan di Indonesia Bagian Barat (GPIB). Gereja ini merupakan tempat beribadah orang-orang yang beragama Kristen. Gereja ini merupakan gereja yang banyak melakukan aktivitas, bagaimana tidak gereja ini selain berfungsi sebagai tempat ibadah juga digunakan sebagai sekolah Unggul mulai dari TK, SD, SMP hingga SMA. 

Sekolah ini merupakan sekolah favorit bagi mereka yang beragama Kristen, karena di sekolah ini diberlakukan menggunakan Bahasa Inggris yang menjadi media pengajarannya. Banyak tamatan dari sekolah ini yang mendapat posisi penting di perkebunan, bank, maupun menjadi wartawan yang berbobot karena penguasaan Bahasa Inggris. Bukan hanya di Banda Aceh saja yang ada sekolah Mehodist tetapi juga ada di berbagai daerah di Indonesia. 

Di halaman depan gereja ini, banyak anak-anak mulai dari kecil hingga remaja melakukan olahraga seperti olahraga basket dan lain sebagainya. Sekolah Methodist ini juga terkenal dalam kepiawaian dalam melakukan olahraga basket, bagaimana tidak sekolah ini pernah mendapat juara dari berbagai pertandingan, salah satunya adalah menjadi pemenang pada ajang Honda DBL 2012 Aceh Series.

10. Vihara Dharma Bhakti


"Vihara Dharma Bhakti Kota Banda Aceh"
(Sumber: Dok. Pribadi)
"Vihara Dharma Bhakti Saat Malam Hari"
(Sumber: Dok. Pribadi)

Vihara Dharma Bhakti merupakan tempat ibadahnya bagi masyarakat Thionghoa, yaitu yang beragama Budha atau lainnya. Bagaimana tidak, Peunanyong merupakan daerah yang dari dulu sampai sekarang yang mayoritasnya di huni oleh masyarakat Tionghoa. Selain itu, pada saat tahun baru China atau Imlek, Vihara ini dipenuhi oleh masyarakat Thionghoa untuk mengikuti prosesi ibadah, di samping membagi-bagikan makanan dan amplop yang berwarna merah atau disebut dengan angpao. 

Rumah ibadah yang berada di Jl. T. Panglima Polem No 70 Peunayong Banda Aceh itu ramai dikunjungi warga sehingga mengundang perhatian masyarakat yang melintasi lokasi tersebut. Mereka menghentikan laju kendaraan dan ikut menyaksikan yang merayakan malam bergantian tahun China itu seperti dilakukan tahun-tahun sebelumnya.

Gimana seru-seru kan tempat wisata yang ada di Kota Banda Aceh? Masyarakat di Kota Banda Aceh, sangat toleransi dalam urusan beragama. Buktinya nie yaa, masyarakat Kota Banda Aceh yang mayoritas beragama Muslim tidak pernah memiliki masalah dengan masyarakat yang non muslim begitu pun juga sebaliknya. Sampai sekarang masyarakat yang ada di Kota Banda Aceh hidup sangat rukun dan damai walaupun memiliki perbedaan keyakinan di antara mereka. Mudah-mudahan saja, Tuhan selalu memberikan kedamaian kepada masyarakat Kota Banda Aceh semuanya, Aamiin. 

Kita tahu bahwa Kota Banda Aceh adalah kota yang memberlakukan syariat Islam, tapi sebagai umat Islam tidak boleh bermusuhan dengan orang-orang yang non Muslim. Ingat, Surah Al-Kafiruun "Lakum Dinukum waliyadin" (Untukmu agamamu, dan untukku lah agamaku), ayat tersebut menyatakan tentang perbedaan agama, intinya umat Islam boleh berhubungan dengan orang yang non Muslim, tetapi di larang megikuti yang berhubungan dengan keyakinan. Selain itu, ingat semboyan Indonesia "Bhinneka Tunggal Ika" yang artinya walaupun kita berbeda-beda / beraneka ragam tetapi kita tetap satu.

"Ilustrasi Bhinneka Tunggal Ika"
(Sumber: Dok. Klik disini)

Selain itu, saat ini pemerintah Kota Banda Aceh ingin mewujudkan Kota Banda Aceh itu menjadi kota madani. Dan selain itu masyarakat juga ingin Kota Banda Aceh ini menjadi kota madani. Seperti yang kita tahu semua bahwa kota madani itu memiliki masyarakat yang saling bergotong royong, rukun, aman, nyaman, dan sejahtera. Selain itu, masyarakat madani juga berperilaku yang sopan santun, saling menyayangi, saling membantu, dan saling membutuhkan antara yang kaya dan yang miskin. Dan yang paling penting masyarakat madani itu juga memiliki toleransi yang tinggi dalam hal agama. Siapa sih yang tidak mau menjadi kota yang demikian? pasti semua mau kan. 


"Ilustrasi masyarakat madani"
(Sumber: Dok. Klik disini)

Gimana banyak kan tempat wisata religi yang ada di Kota Banda Aceh? mulai dari masjid-masjid yang unik dan indah, gereja yang menarik hingga vihara yang memiliki sejarah. Jadi tunggu apalagi ayo ke Kota Banda Aceh sekarang juga, kalau bukan sekarang kapan lagi. Sampai di sini dulu yaa, semoga artikel ini bermanfaat bagi sobat-sobat semua, dan semoga dapat dijadikan sebagai referensi jika mau jalan-jalan ke Kota Banda Aceh. Sampai jumpa di lain kesempatan. Bye Bye 


Renungkan!!

  
Artinya: 
1. Katakanlah: Hai orang-orang kafir
2. Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah
3. Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah
4. Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah
5. Dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah
6. Untukmu agamamu, dan untukku lah agamaku 
   (Q.S Surah Al-Kafiruun : 1-6)  


Sumber tulisan : Pribadi dan berbagai situs di Google.

Previous
Next Post »
Thanks for your comment