Rumah Adat Kampung Pulo & Makam Embah Dalem Arif Muhamad

Setelah sebelumnya Paket Wisata Ngiuhan di Garut membahas mengenai Candi Cangkuang, kali ini juga informasi yang masih berhubungan dengan tempat tersebut akan saya jelaskan yaitu Rumah Adat Kampung Pulo & Makam Embah Dalem Arif Muhamad. Pesona Alam Garut akan tempat wisatanya memang selalu menjadi primadona bagi para wisatawan yang ingin berkunjung ke salah satu kota kecil di Jawa Barat ini.

Rumah Adat Kampung Pulo

Foto Grup di Rumah Adat Kampung Pulo

Kampung Pulo merupakan suatu perkampungan yang terdapat di pulau di tengah kawasan Situ Cangkuang. Dikampung pulo terdapat 6 buah rumah adat yang berjejer saling berhadapan masing - masing 3 buah rumah dikiri dan dikanan ditambah dengan sebuah mesjid. Jumlah dari rumah tersebut tidak boleh ditambah atau dikurangi serta yang berdiam di rumah tersebut tidak boleh lebih dari 6 kepala keluarga. Jika seseorang anak sudah dewasa kemudian menikah maka paling lambat 2 minggu setelah itu harus meninggalkan rumah dan harus keluar dari lingkungan keenam rumah tersebut. Dalam adat istiadat Kampung Pulo terdapat ketentuan yang masih berlaku hingga sekarang yaitu : 
  •  Dalam berjiarah kemakam - makam harus mematuhi beberapa syarat yaitu berupa bara api, kemenyan, minyak wangi, bunga bungaan dan serutu. Hal ini dipercaya untuk mendekatkan diri (pejiarah) kepada roh - roh para leluhur. 
  • Dilarang berjiarah pada hari rabu, bahkan dulu penduduk sekitar tidak diperkenankan bekerja berat, begitu pula Embah Dalem Arif Muhamad tidak mau menerima tamu karena hari tersebut digunakan untuk mengajarkan agama. Karena menurut kepercayaan bila masyarakat melanggarnya maka timbul mala petaka bagi masyarakat tersebut.
  • Bentuk atap rumah selamanya harus memanjang (Jolopong)
  • Tidak boleh memukul Goong besar
  • Khusus di kampung pulo tidak boleh memelihara ternak besar berkaki empat seperti kambing, kerbau, sapi dan lain - lain. 
  • Setiap tinggal 14 bulan maullud mereka melaksanakan upacara adat memandikan benda - benda pusaka seperti keris, batu aji, peluru dari batu yang dianggap bermakna dan mendapat berkah. Yang berhak menguasai rumah - rumah adat adalah wanita dan diwariskan pula kepada anak perempuannya. Sedangkan bagi anak laki - laki yang sudah menikah harus meninggalkan kampung tersebut selama 2 minggu.  

Makam Embah Dalem Arif Muhamad

Makam Embah Dalem Arif Muahamad

Makam embah dalem arif muhammad terletak bersebelahan dengan Candi Cangkuang. Arif muhamad adalah seorang tokoh penyebar agama islam di daerah cangkuang dan sekitarnya. Arif Muhamad adalah panglima perang dari kerajaan mataram. Ia Diutus Sultan Agung untuk mengusir VOC di Batavia pada tahun 1645. Kemudian Arif Muhamad berangkat  menuju Batavia untuk menyerang VOC. Sayangnya, Arif Muhamad beserta pasukannya berhasil ditekuk mundur. Kegagalan Arif Muhamad membuatnya malu dan kembali ke Mataram. Selain itu, ia takut Sultan Agung membunuhnya apabila ia tahu Arif Muhamad kembali dengan membawa kegagalan. Oleh karena itu, Arif Muhamad memutuskan untuk mengasingkan diri. 

Garut, dipilihnya sebagai tujuan. Selain itu, ia berniat menyebarkan agama islam di daerah Parahyangan Timur. Tidak heran jika para pengunjung yang datang ke kawasan Situ Cangkuang, banyak yang memiliki tujuan untuk berziarah kedalam makam Embah Dalem Arif Muhamad. Adapun kuncen makam EMbah Dalem Arif Muhamad adalah Ketua Kampung Adat Pulo. Pada peziarah dipersilahkan untuk mengunjungi makam Embah Dalem Arif Muhamad, kecuali pada hari Rabu, sebab hari rabu telah dianggap sebagai hari larangan oleh masyarakat Kampung Adat.

Beberapa meter dari Candi Cangkuang terdapat sebuah meseum Situs cangkuang. Meseum tersebut menympan foto tentang penelitian Candi Cangkuang. Namun tidak itu saja, di dalam meseum tersebut ada koleksi yang mampu menarik perhatian orang banyak yaitu naskah kuno. Naskah yang terdapat di dalam meseum tersebut kurang lebih berjumlah 18 naskah. Naskah koleksi meseum ini termasuk dalam naskah - naskah Islam. Aksara yang digunakan adalah aksara Pegon, Arab, dan Jawa. Berikut adalah beberapa contoh naskah : 

1. Al - Qur'an
Naskah ini menggunakan alas tulis dluwang dan menggunakan aksara Arab Pegon.
2. Kumpulan Teks Nahwu, Tauhid, dan Fikih :
Naskah ini menggunakan alas tulis dluwang dan menggunakan aksara Arab dan Pegon.
3. Nahwu Sharaf
Naskah ini menggunakan alas tulis dluwang dan menggunakan aksara Arab dan Pegon.
4.Kitab Doa Slamet :
Naskah ini menggunakan alas tulis dluwang dan menggunakan aksara Arab dan Pegon.  

Wisata Candi Cangkuang juga bisa dinikmati beberapa fasilitas, seperti pusat informasi pariwisata, pramuwisata, mesjid, museum, shelter - shelter, area parkir, taman, kios - kios cinderamata dan kuliner khas cangkuang, serta toilet umum.
Previous
Next Post »
Thanks for your comment